Makalah Kewirausahaan Kerja Prestatif



BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Bersikap atau berperilaku kerja prestatif merupakan salah satu modal dasar untuk mencapai kesuksesan dalam berwirausaha. Alasan yang membuat perilaku ini harus ada pada seorang wirausahawan diantaranya ialah persaingan bebas, perubahan yang semakin cepat, dan derasnya situs informasi yang semakin luas. Pada poin pertama ada hakekat dari persaingan bebas adalah persaingan yang bebas (tetap sehat) dalam segala bidang yang terdapat tiga kemungkinan yaitu menang, bertahan atau kalah. Point yang kedua adalah perubahan yang semakin cepat di dalam segala bidang terutama dalam perkembangan IPTEK, ini juga akan membuat segala informasi dapat diperoleh masyarakat luas dengan sangat cepat.

1.2  Identifikasi Masalah
1.2.1        Apa yang dimaksud dengan perilaku kerja prestatif?
1.2.2        Apa tujuan dari perilaku kerja prestatif?
1.2.3        Apa manfaat dari perilaku kerja prestatif?
1.2.4        Bentuk-bentuk kerja prestatif?
1.2.5        Karakteristik kerja prestatif?

1.3  Tujuan Penulisan
1.3.1        Untuk mengetahui pentingnya perilaku kerja pretatif pada seorang wirausahawan
1.3.2        Untuk mengetahui tujuan perilaku kerja prestatif



1.4  Metodologi Penulisan
Metode yang kami lakukan untuk menulis makalah ini adalah mencari bahan informasi yang berkaitan dengan tema yang setelah itu kami edit sehingga menjadi suatu makalah yang memiliki keguanaan dan tujuan terhadap pembaca.

1.5  Sistematika Penulisan
Rancangan sistematika makalah ini terdiri atas beberapa bab yang kami rinci sebagai berikut.
BAB I       : PENDAHULUAN
Berisi mengenai latar belakang, identifikasi masalah, dan tujuan penulisan.
BAB II      : PEMBAHASAN
Berisi mengenai materi yang kami bahas, yaitu pengertian, tujuan, manfaat, bentuk, dan ciri – ciri perilaku kerja prestatif.
BAB III    : PENUTUP
Berisi mengenai kesimpulan dari keseluruhan isi makalah dan saran yang kami berikan untuk pembaca.  
  


BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Perilaku Kerja Prestatif
      Perilaku kerja prestatif adalah dorongan bekerja untuk menghasilkan sesuatu yang lebih baik secara berkesinambungan. Perilaku kerja Prestatif dimulai dari lingkungan keluarga, lingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat. Hal itu merupakan salah satu kemampuan manusia yang dapat member kepuasan dan keberhasilan dalam hidup, sehingga manusia dapat mengaktualisasikan dirinya ke dalam lingkungan di mana dia berada.

2.2 Tujuan Perilaku Kerja Prestatif
a.       Menunjukkan perhatian atas keharmonisan dalam organisasi perusahaan.
b.      Menunjukkan pengertian dan kebutuhan, tujuan keinginan, dan ide-ide usaha.
c.       Meningkatkan komunikasi timbal balik yang baik dengan staf dan karyawan.
d.      Mendelegasikan kekuasaan dan tanggung jawab, serta mendorong inisiatif dan inovatif.
e.       Menciptakan suasana kerja sama dalam organisasi perusahaan

2.3 Manfaat Perilaku Kerja Prestatif
a.       Meningkatkan kelancaran proses produksi, distribusi dan konsumsi
b.      Meningkatkan sikap tanggap terhadap perubahan usahanya
c.       Meningkatkan prestasi kerja lebih efektif dan efisien di dalam mengelola usahanya
d.      Meningkatkan prestasi kerja lebih kreatif, inovatif dan fleksibel
e.       Meningkatkan prestasi kerja secara maksimal di dalam usahanya

2.4 Bentuk – Bentuk Kerja Prestatif
a.       Kerja ikhlas
Adalah bekerja dengan baik bersungguh – sungguh dapat menghasilkan sesuatu yang baik dilandasi dengan hati yang tulus.
Contohnya :
Seorang buruh pabrik yang bekerja dengan gaji pas – pasan, namun tetap bekerja dengan baik , melaksanakan pekerjaan dengan tulus dan semata – mata merupakan pengabdian kepada pekerjaannya yang menghasilkan uang untuk keperluan hidup keluarga.

b.      Kerja mawas terhadap emosional
Adalah bekerja dengan baik tidak terpengaruh oleh perasaan atau kemarahan yang sedang melanda jiwanya.
Contohnya :
Seorang pemimpin perusahaan, di rumah mempunyai masalah pribadi dengan keluarga. Di tempat kerja ada bawahannya yang membuat masalah yang merugikan perusahaan. Sebagai pemimpin yang bijaksana maka pemimpin tersebut harus membedakan urusan pribadi dengan perusahaan . Cara pemecahan masalahnya harus tetap rasional dan tidak emosional.

c.       Kerja cerdas
Adalah bekerja harus pandai memperhitungkan resiko,mampu melihat peluang dan dapat mencari solusi sehingga dapat mencapai keuntungan yang diharapkan.
Contohnya :
Sikap pekerja cerdas dalam melakukan setiap pekerjaannya menggunakan tehnologi yang tepat, menggunakan konsep hitung menghitung, mampu menggunakan bahasa global, pandai bernegosiasi / berkomunikasi dan pandai mengelola informasinya.

d.      Kerja keras
Adalah didalam bekerja mempunyai sifat mampu kerja atau gila kerja untuk mencapai sasaran yang ingin dicapai, dapat memanfaatkan waktu, jarak serta kesulitan yang dihadapi.
Contohnya :
Seorang penjual kayu bakar yang rumahnya di pegunungan setiap hari berangkat pagi – pagi buta, meskipun cuaca masih gelap, kadang – kadang membawa obor penerang jalan, sesampainya di pasar dengan sabar menawarkan dagangan sampai laku kadang kala sampai siang baru laku.

e.       Kerja tuntas
Adalah dalam bekerja mampu mengorganisasikan bagian usaha secara terpadu dari awal sampai akhir untuk menghasilkan usaha sampai selesai dan maksimal.
Contohnya :
Seorang pengusaha warung apung dapat mengorganisasikan usahanya alat yang dibutuhkan, proses pembuatan menu makanan, kemungkinan kerugian sampai mendapatkan hasil akhir yaitu laba.

2.5 Ciri – Ciri Kerja Prestatif
a. Selalu ingin maju di segala bidang.
b. Memancarkan sifat yang terpuji.
c. Mau belajar banyak.
d. Mempunyai keyakinan yang kuat dalam usahanya.

  


BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
              Dari artikel tulisan diatas, saya menyimpulkan bahwa dalam dunia wirausaha ada satu sifat yang sangat penting untuk kita tanamkan dalam diri kita, yaitu sifat kerja prestatif. Selain manajemen yang baik dalam uatu wirausaha, sifat prestatif yang merupakan sikap selalu ingin berambisi maju dalam usaha ini, juga berperan sangat vital dalam perkembangan wirauaha.
              Dalam prestatif itu terdapat banyak manfaat seperti timbulnya rasa timbal balik antar sesama dan juga mendorong seseorang untuk selalu kreatif dan berinovasi dan tidak takut gagal dalam berusaha.
              Prinsip kerja prestetif juga bergantung dari kerajinan,kerja keras, keutuhan watak, kehati-hatian, keserbabisaan,daya pembaharuan, semangat kerja sama, hasrat untuk belajar dan kemahiran.
              Dalam prestatif juga terdapat sikap dan perilaku seperti sifat ikhlas, kerja mawas terhadap emosional, kerja keras, kerja tuntas, dan kerja cerdas. Perilaku tersebut sangat penting dalam prestatif ini. Prestatif ini memberikan manfaat sangat besar dalam hasil di wirausaha yang kita jalankan.         

3.2 Saran
             Sebagai generasi muda, ada baiknya kita tidak terpaku pada orientasi untuk bekerja di perusahaan atau tempat kerja lainnya, karena bidang wirausaha juga sangat besar peluang untuk kita sukses. Wirausaha juga memberikan pengalaman dan manfaat yang sangat penting dalam perkembangan diri di dunia pekerjaan khususnya.
             Maka dari itu, sebaiknya kita juga mencoba berwirausaha meskipun dalam skala kecil. Karena jika kita berwirausaha, kita juga semakin meningkatkan sikap prestatif yang mana sikap tersebut, sangat penting kita terapkan dalam dunia pekerjaan.

DAFTAR PUSTAKA



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penggunaan OSASCOM dan Passive Voice

Cerpen "Si Tukang Bohong"

Resensi Novel Angkatan 20-an dan 30-an "Salah Asuhan"