Administrasi Perkantoran Pengertian, Tujuan, Fungsi, Prinsip, Skala Prioritas, dan Mengevaluasi penggunaan Manajemen Waktu Kelas XI
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Mengatur waktu secara rapi dan efektif bukanlah
pekerjaan yang mudah apalagi berupaya untuk mentaatinya secara konsisten dan
persisten. Sebagai anak muda dan mahasiswa anda pasti akan memiliki sekian
banyak kegiatan dan tantangan baru, peran dan sekaligus tanggung jawab serta
prioritas lain yang harus anda lakukan. Semua kegiatan dan tuntutan itu akan
selalu bersaing merebut waktu dan perhatian anda. Kunci dari manajemen waktu
adalah perencanaan (planning)! Tanpa ini, anda tidak akan pernah berhasil
menata waktu apalagi meraih hasil optimal. Betapa pun enggannya anda karena
terkesan membosankan, namun menyusun daftar panjang kegiatan ini-itu yang harus
dilakukan, menyisihkan waktu sejenak untuk berpikir mana dari daftar itu yang
harus dipilih terlebih dahulu untuk dilaksanakan esok hari, lusa, minggu depan
atau bulan depan, adalah momen paling kritis bagi anda untuk mengontrol waktu
‘hidup’ anda sendiri. Procrastinator adalah orang yang amat suka menunda
pekerjaan hingga jelang hari atau menit akhir dari batas waktu.
Tindakan menunda pekerjaan hingga jelang dead-line
disebut procrastination. Jika hal ini dibiarkan berlangsung terus menerus jelas
akan menjadi kebiasaan belajar yang buruk. Bahkan, kebiasaan ini akan terus
membudaya di saat anda sudah bekerja sebagai profesional atau pengemban profesi
yang akibatnya adalah kinerja anda tidak akan optimal, stress berat, berdampak
buruk pada kesehatan fisik hingga kegagalan. Oleh karena itu, biasakan diri
anda untuk tidak menjadi procrastinator.
1.2 Rumusan
Masalah
1.2.1 Apa
yang dimaksud dengan manajeman waktu?
1.2.2 Apa
tujuan adanya manajemen waktu?
1.2.3 Apa
saja fungsi manajemen waktu?
1.2.4 Apa
saja prinsip manajemen waktu?
1.2.5 Apa saja
factor penghambat pengelolaan waktu?
1.2.6
Bagaimana menyusun skala prioritas manajemen waktu?
1.2.7
Bagaimana mengevaluasi penggunaan waktu?
1.3 Tujuan
Penulisan
1.3.1 Untuk mengetahui
bagaimana cara menyusun manajemen waktu
dengan baik
1.3.2
Untuk menghindari penggunaan waktu yang terbuang
1.4 Metodologi
Penulisan
Metode
yang digunakan dalam membuat makalah ini adalah dengan mencari informasi di
buku dan internet yang berhubungan dengan judul makalah ini.
1.5 Manfaat
Penulisan
Dengan
membaca Makalah “Manajemen Waktu” ini, diharapkan pembaca dapat menjalankan
atau melakukan penyusunan skala prioritas manajemen waktu dalam melakukan suatu
pekerjaan.
1.6 Sistematika
Penulisan
Rancangan
sistematika makalah ini terdiri atas beberapa bab yang kami rinci sebagai
berikut.
BAB I : PENDAHULUAN
Berisi
tentang latar belakang, rumusan penulisan, tujuan penulisan,
metodologi
penulisan, manfaat penulisan, dan sistematika penulisan.
BAB II : PEMBAHASAN
Berisi
tentang hal – hal yang berhubungan dengan manajemen waktu.
BAB III : PENUTUP
Berisi
tentang kesimpulan dari keseluruhan isi makalah dan saran
yang
kami berikan untuk pembaca makalah ini.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Manajemen
Waktu
Manajemen adalah
sebuah proses yang dilakukan untuk mewujudkan tujuan organisasi melalui
rangkaian kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian
orang-orang serta sumber daya organisasi lainnya. Waktu menurut Kamus
Besar Bahasa Indonesia (1997) adalah seluruh rangkaian saat ketika proses,
perbuatan atau keadaan berada atau berlangsung. Dalam hal ini, skala waktu
merupakan interval antara dua buah keadaan/kejadian, atau bisa merupakan lama
berlangsungnya suatu kejadian. Manajemen waktu merupakan alat yang efektif
untuk membantu seseorang maupun organisasi meraih sasarannya sehingga penting
untuk memahami dan mengamalkan ilmu manajemen waktu.
Bagaimana pun juga, waktu adalah
karunia Allah SWT yang bersifat tidak dapat disimpan, tidak dapat diulang, dan tidak dapat dihentikan. Manajemen waktu yang baik adalah
dengan membuat data aktifitas atau pekerjaan dan menentukan skala prioritas
dari setiap pekerjaan tersebut.Disini perlu kita tahu bahwa setiap pekerjaan
pastilah penting namun dari daftar pekerjaan penting itu ada yang lebih penting
yaitu pekerjaan yang mendesak.
2.2 Tujuan
Manajemen Waktu
a. Melaksanakan
dan mengevaluasi strategi yang kita pilih secara efektif dan efisien
b. Mengevaluasi
kinerja, meninjau, dan mengkaji ulang situasi serta melakukan berbagai
penyesuaian dan koreksi jika terdapat penyimpangan di dalam pelaksanaan
strategi.
c. Senantiasa
memperbaharui strategi yang kita rumuskan agar sesuai dengan perkembangan
lingkungan eksternal.
d. Senantiasa
meninjau kembali kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman peluang yang ada
e. Senantiasa
melakukan inovasi atas kegiatan sehingga kita hidup kita lebih teratur.
2.3 Manfaat Manajemen Waktu
a. Membantu
kita membuat strategi yang lebih baik dengan menggunakan pendekatan yang lebih
sistematis, logis, rasional pada pilihan strategis.
b. Merupakan
sebuah proses bukan keputusan atau dokumen. Tujuan utama dari proses adalah
mencapai pengertian dan komitmen dari apa yang kita rencanakan.
c. Proses
yang kita laksanakan menyediakan pemberdayaan individual. Pemberdayaan adalah
tindakan memperkuat pengertian diri sendiri mengenai efektivitas dengan
mendorong dan menghargai usaha kita untuk berpartisipasi dalam pengambilan
keputusan dan latihan inisiatif serta imajinasi.
d. Meningkatkan
kesadaran kita akan ancaman eksternal sehingga kita akan terbiasa mempersiapkan
rencana lain atas kejadian yang tidak diinginkan dari factor luar.
e. Kita
dapat mengetahui dengan lebih baik
mengenai strategi pesaing sehingga kita akan lebih mudah menghadapinya.
f. Berkurangnya
penolakan kita terhadap perubahan karena kita telah mempersiapkan rencana atas
perubahan tersebut.
g. Memungkinkan
kita untuk identifikasi, penentuan prioritas, dan eksploitasi peluang yang
terbaik atas permasalahan dan pilihan keputusan.
h. Kita
dapat merepresentasikan kerangka kerja untuk aktivitas kontrol dalam kehidupan
sehari-hari dengan lebih baik yang dapat mengatur rencana kegiatan kita.
i.
Memungkinkan alokasi sumber daya dan
waktu yang lebih sedikit bagi kita untuk mengoreksi keputusan yang salah
atau tidak terencana.
j. Menciptakan
kerangka kerja komunikasi internal dengan orang lain.
k. Membantu
mengintegrasikan perilaku individu kita kedalam kelompok atau golongan.
l.
Mendorong pemikiran ke masa depan,
sebab dengan mempelajari manajemen kita telah belajar menganalisa rencana.
m. Menjadikan
kita kooperatif, terintegrasi, dan antusias untuk menghadapi masalah dan
peluang.
n. Mendorong
terciptanya sikap positif akan perubahan dalam diri kita
o. Memberikan
tingkat kedisiplinan dan formalitas kepada manajemen kegiatan kita.
2.4 Prinsip-prinsip Penyusunan Manajemen Waktu
a. Selalulah aktif, bukan reaktif
Buatlah
keputusan-keputusan aktif tentang bagaimana Anda menghabiskan waktu Anda
daripada reaktif terhadap setiap tuntutan yang Anda temui. Tentukan apa saja
yang penting bagi Anda, dan katakan "tidak" terhadap segala sesuatu
yang bertentangan.
b. Tentukan sasaran
Dengan menentukan
sasaran, Anda tahu tujuan Anda. Tanpa sasaran, Anda akan kehilangan arah dan
bereaksi terhadap kesempatan2 dan persoalan2 yang tidak pasti, dengan pandangan
sempit atas akibat yang mungkin timbul dalam kehidupan pribadi dan profesional
Anda.
c. Tentukan prioritas dalam tindakan
Anda
Begitu Anda telah
menentukan sasaran, Anda perlu menentukan prioritas tindakan guna mencapai
sasaran2 itu. Kunci dalam menentukan prioritas adalah dengan
mengidentifikasikan apa yang penting dari aktivitas Anda secara tepat dan menentukannya
sebagai prioritas.
d. Pertahankan fokus Anda
Maksimalkan produktivitas
Anda dengan berkonsentrasi pada satu proyek yang utama satu persatu. Setelah
menentukan sasaran dan prioritas tindakan Anda, pantaulah perkembangannya hingga
proyek itu selesai. Apa pun yang Anda lakukan, lakukanlah dengan seluruh
kemampuan Anda.
e. Ciptakan tanggal waktu yang realistis
Tanggal waktu yang realistis
dapat membantu Anda tetap fokus pada sasaran jangka panjang dan terutapa pada
prioritas jangka pendek.
f. Lakukan sekarang (DO IT NOW)
D = Divide. Bagi menjadi tugas yang
lebih kecil
O = Organize. Aturlah bagaimana
melakukannya
I = Ignore. Abaikan gangguan yang
mengalihkan perhatian
T = Take. Ambil kesempatan mengetahui
bagaimana melakukannya
N = Now. Sekarang
O = Opportunity. Ambil keuntungan
dari kesempatan
W = Watch out. Waspada pada
pemborosan waktu.
g. Seimbangkan hidup Anda
Untuk menerapkan prinsip2
manajemen waktu yang kreatif ini tidak hanya dalam pekerjaan, tetapi juga dalam
gergaul dan beraktivitas mengisi waktu luang. Jadi seimbangkanlah hidupAnda
seperti menciptakan waktu bagi diri sendiri,
sahabat, saudara, dan yang lainnya.
2.5 Faktor penghambat pengelolaan waaktu
Kadang kala rencana-rencana tidak
berjalan sebagaimana mestinya. Sering muncul hal-hal penting maupun tidak
penting yang menghambat kelancaran Pengelolaan Waktu. Faktor-faktor tersebut
antara lain:
a. Mengerjakan
pekerjaan yang disukai terlebih dahulu terutama pada waktu puncak, baru
menyelesaikan pekerjaan yang kurang diminati
b. Mengerjakan
pekerjaan yang mudah terlebih pada waktu puncak, dan mengerjakan pekerjaan yang
sulit pada waktu lembah
c. Mengerjakan
pekerjaan-pekerjaan yang cepat waktu penyelesaiannya, sebelum mengerjakan
pekerjaan yang membutuhkan waktu penyelesaian yang lama
d. Mengerjakan
pekerjaan darurat/mendesak sebelum mengerjakan pekerjaan penting
e. Menunda-nunda
pelaksanaan pekerjaan hingga mendekati batas waktu
f. Menyusun
skala prioritas bukan berdasarkan tingkat kepentingannya
g. Terperangkap
memenuhi tuntutan yang mendesak dan memaksa
2.6 Menentukan skala prioritas manajemen waktu
Skala Prioritas adalah
tingkat-tingkat yang memiliki kriteria tertentu atas segala sesuatu yang
diutamakan. Berikut adalah beberapa hal-hal yang mempengaruhi Skala Prioritas :
a. Tingkat
Urgensinya, yang mana yang harus didahulukan
b. Kesempatan
yang dimiliki
misalnya : obat, saat sakit menjadi
hal utama dan yang lain menjadi hal
kedua
c. Pertimbangan
Masa deman, agar masa depan gemilang kita perlu mendapatkan pendidikan maka
dari itu pendidikan beserta pelengkapnya harus di utamakan juga
d. Kemampuan
diri
e. Tingkat
pendapatan
f. Status
Sosial
g. Lingkungan
NO.
|
KATEGORI
|
KARAKTERISTIK
|
|
1
|
Jangan Dikerjakan
|
a. Masalah dapat hilang tanpa diatasi
|
|
b. Sudah kadaluarsa atau lampau
|
|||
c. Dapat dikerjakan oleh orang lain
|
|||
2
|
Dikerjakan Nanti
|
a. Tidak disertai jatuh tempo
|
|
b. Dapat ditunda
|
|||
c. Dapat diperlambat
|
|||
Alasan penundaan tugas:
|
|||
a. Tidak ingin memulai
|
|||
b. Tidak tahu berawal dari mana tuk memulai
|
|||
c. Tidak tahu dari mana memulai meskipun ingin memulai
|
|||
3
|
Dikerjakan Sekarang
|
Kebutuhan unit operasional harian
|
|
kegiatan-kegiatan yang telh ditunda, misal :
|
|||
a. Kebutuhan staf
|
|||
b. Kebutuhan peralatan
|
|||
c. Rapat
|
2.7 Teknik
menyusun pengelolaan waktu
a. Bawalah jadwal, dan ingatlah seluruh
isi pemikiran Kita, percakapan, dan kegiatan yang harus Kita lakukan selama
seminggu. Ini akan membantu Kita untuk memahami berapa banyak hal yang dapat
Kita selesaikan dalam satu hari, dan kapan waktu-waktu berharga Kita akan
berlalu. Kita akan dapat melihat berapa banyak waktu yang Kita luangkan untuk
mencapai hasil, dan berapa banyak waktu yang telah Kita buang untuk
kegiatan-kegiatan yang tidak produktif.
b. Segala kegiatan dan percakapan yang
penting untuk kesuksesan Kita harus ada jangka waktunya. List pekerjaan Kita
akan bertambah sangat banyak jika Kita mengisinya dengan hal-hal yang tidak bisa
dikerjakan. Buatlah jadwal untuk diri Kita sendiri dimana Kita bisa meluangkan
waktu untuk berpikir dan melakukan hal-hal yang produktif bagi diri Kita.
Lakukanlah hal ini secara disiplin.
c. Rencanakanlah setidaknya 50% dari
waktu yang Kita miliki untuk menghasilkan hal yang produktif.
d. Rencanakanlah waktu untuk
beristirahat, menarik diri dari semua kesibukan yang Kita miliki.
e. Luangkan 30 menit pertama setiap
harinya untuk merencanakan hari Kita. Jangan memulai aktivitas Kita sebelum
Kita selesai merencanakannya. Saat yang paling penting dalam hari Kita adalah
saat dimana Kita merencanakannya.
f. Luangkan waktu selama 5 menit untuk
setiap undangan dan keputusan yang harus Kita datangi dan Kita ambil. Ini akan
membantu Kita memperlihatkan prioritas yang harus diutamakan, dan membuat Kita
merasa bahwa waktu tidak berlalu begitu cepat. Luangkan pula 5 menit setelah
aktivitas atau keputusan yang Kita ambil untuk menentukan apakah target yang
Kita tentukan hari ini tercapai atau tidak. Apakah ada yang terlewat, atau
tidak.
g. Jangan ragu-ragu untuk menolak
interupsi dari siapapun juga saat Kita benar-benar harus mengerjakan sesuatu
sampai selesai.
h. Berlatihlah untuk tidak mengangkat
semua telepon yang masuk, atau mengecek e-mail yang masuk hanya karena
handphone Kita berdering. Matikanlah koneksi telepon Kita. Jangan berikan
perhatian Kita secara mudah kepada orang lain kecuali hal itu benar-benar
krusial dalam bisnis Kita. Jika hal itu benar-benar menentukan bisnis Kita
kedepannya, Kita malah harus menyediakan jadwal khusus untuk meladeninya.
i.
Blokirlah
semua hal yang tidak berhubungan dengan pekerjaan seperti Facebook dan sosial
media yang lain.
j. Ingatlah bahwa mustahil untuk
menyelesaikan semuanya. Dan ingatlah bahwa hal yang baik adalah membuat dua
puluh persen kegiatan Kita menghasilkan delapan puluh persen dari hasil kita.
2.8 Mengevaluasi
penggunaan waktu
Untuk mengenali bagaimana cara memanfaatkan waktu dalam
sehari, maka kita dapat mengevaluasi kegiatan dengan bertanya kepada diri
sendiri, antara lain:
a.
Berapa jam yang
digunakan untuk melakukan perencanaan?
b. Berapa
jam yang dimanfaatkan untuk bekerja optimal?
c. Berapa
jam yang digunakan untuk membaca, memahami, dan berbagi atas suatu pengetahuan
dan pengalaman (belajar)?
d. Berapa
jam yang dimanfaatkan untuk perjalanan menuju tempat kuliah dan pulang kembali
ke rumah?
e. Berapa
jam yang digunakan untuk beristirahat, berolahraga, dan bersantai (sejenak)?
f. Berapa
jam yang dimanfaatkan untuk keluarga?
g. Berapa
jam yang digunakan untuk masyarakat
sekitar (Personal Social
Responsibility)?
Dengan melakukan evaluasi manajemen
waktu, kita dapat mengenali bagaimana
penggunaan waktu dalam sehari sehingga dapat menemukan hal-hal mana saja yang
menurut kita berlebihan porsi waktunya (misalnya makan terlalu lama, ngobrol yang
tak perlu dan lain sebagainya) dan mana yang kekurangan porsinya (misalnya
membaca Quran, mempelajari teknik-teknik baru untuk memudahkan penyelesaian
tugas).
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dengan
adanya manajemen waktu, penyelesaian pekerjaan menjadi efektif dan efisien. Kita
dapat menyelesaikan pekejaan dengan waktu sebagai patokan. Waktu yang singkat
dapat meningkatkan motivasi kerja agar cepat selesai tepat waktu atau sebelum
waktu tempo. Kita dapat membuat manajemen waktu dengan menjadwalkan
rencana-rencana yang akan kita lakukan dengan memikirkan skala prioritas yang
harus dikerjakan lebih dulu.
3.2 Saran
Disarankan
kepada pembaca agar dapat melakukan apa yang harus dilakukan dan menghindari
apa yang harus dihindari dari isi pada makalah “Manajemen Waktu” ini.
Komentar
Posting Komentar